Sabtu, 31 Januari 2015

Maafkan aku pak , Maafkan aku

Aku dengan rasa cintaku
Dan kau dengan rasa keadilan disertai ketakutan dirimu
Tapi.. tolonglah kesalahanku janganlah kau bebankan kepada anakmu
Jangan bertindak seperti itu , aku kemari bukan untuk cipatakan dirku lagi
Aku kemari agar tidak ada lagi yang menjadi seperti diriku

Maafkan mereka
Kau berselisih dengan diriku
Aku ada didepanmu..
Orang yang kau benci , seperti yang kau inginkan
Aku bersedia turuti semua perintahmu.
Tapi maafkanlah anakmu

Memang , kau menang dan aku kalah
Tetapi maaf pak sejauh aku memandang , kaulah yang kalah
Sejauh aku memandang , aku melihat ayah tua yang berusia 57 tahun
Berada dibawah bayang bayang anaknya yang berusia 15 tahun yang bersifat malang
Pernahkah kau berpikir kenapa aku kembali ke rumah ini ?
Untuk siapa ? gadis yang kucintai sudah jelas
Istrimu , anakmu , aku tak punya hubungan dengan mereka
Aku tak kenal mereka
Tak ada yang kukenal disini



Aku kemari hanya untuk anda mewujudkan impian anakmu
Aku kemari untuk seorang ayah yang anaknya kucintai
Aku datang kemari ,karena dia selalu berkata ,
Ayahku sangat baik
Sifatnya keras , tapi hatinya lembut
Aku kemari untuk mewujudkan impian itu

Pak , aku tidak memilki banyak potret anakmu yang kucintai
Karena aku tak membutuhkannya
Dimanapun ada cinta
Disitu aku membayangkan dirinya
Dan kupikir..
Bila aku bisa mewujudkan satu cinta dihadapanmu
Maka kau pun akan bisa merasakan perasaan anakmu
Dan kau akan lihat betapa bahagianya dirinya
Mungkin duka dihatimu akan berkurang atas kejadian dulu

Aku kemari mau berbagi dukamu
Dan mengajarkan cinta padamu
Aku datang kemari karena paham akan satu hal
Bahwa hidup anakmu hampa tanpa kau
Tapi kau belum mengerti juga
Hidup anakmu hampa tanpa diriku
Dia akan merasa sempurna bersama kita
Aku datang untuk memenuh itu semua
Yang tak dapat kau penuhi untuk anakmu
Aku datang kemari untuk impian anakmu itu

Memang , kau menang dalam setiap hal dalam hidupmu
Tapi kau kehilangan semua sandaran hidupmu
Waktu itu kau kehilangan kasih sayang anak gadismu
Dan kini , mungkin kau kehilangan anak laki lakimu
Maaf pak , sejauh aku memandang kau kalah dalam segalanya
Sejauh aku memandang
Aku melihat orang yang keras kepala , dia bernasib malang
Yang berdiri berpaling diantara dua orang yang sangat dicintainya

Maafkan aku pak , maafkan aku

Minggu, 11 Januari 2015

Apakah Akan Menjadi Semua Tentang Kita ?

Beberapa hari sebelum hari itu,
hari dimana rindu menjadi lagu,
hingga waktu pun mampu menunggu.

Aku tak ingin yang tertinggal hanya cerita dan angan,
kisah indah yang pernah kita lalui yang mungkin akan kusebut kenangan.

Akankah nanti tawa itu tak lagi tampak,
tawa yang hadir kala sepi menyeruak dalam hati yang sesak.


Kisah yang kini menjadi cerita yang tak pernah habis aku baca,
Saat "aku" dan "kamu" yang masih berharap menjadi "kita".

Dengar kisahku,
Kisah tentang tawa dan duka yang mungkin esok tak lagi ada,
Saat "lelah" dan "resah" masih menjadi "indah".

Apakah ini akan menjadi semua tentang kita ?
hingga ingatan tak mampu mempertahankannya kala kita menua.

Hanya kata maaf yang aku percaya,
demi kisah cinta kita yang tak akan menjadi semua tentang kita.

Minggu, 28 Desember 2014

Rasa Syukur Yang Tak Terduga

           Kisah ini mulai semenjak diriku lulus dari pendidikan sekolah tingkat pertama , dari dulu aku sangat berkeinginan besar untuk menjadi seorang guru , tapi entah mengapa kedua orangtua ku mendaftarkan diriku ke pendidikan sekolah menengah kejuruan. Tentu saja awalnya aku tidak sangat setuju dan sungguh tidak mau , tetapi mau bagaimana pun aku tidak bisa mengelak kemauan orangtua ku.

          Pendaftaran pun selesai , dan ternyata aku diterima serta tidak luput aku pun mengalami masa orientasi atau ospek sebelum akhirnya resmi menjadi bagian dari sekolah baru ku. Sejujurnya niat ku masih belum terlalu yakin akan hal ini , tetapi mau bagaimana lagi. Namun , inilah kehidupan jalan orangtua ku yang dipilihkan kepada diriku , tentu saja aku berpikir pasti orang tua ku mempunyai maksud dan tujuan tertentu untuk pilihannya tersebut.


           Sekolah baru , ya pastinya juga kawan baru , tentu hal itu memang sangat mengasyikan apalagi kesan pertama bertemu. Bisa dibilang memang dari dulu diriku ini orang yang tidak segan segan atau malu untuk berkenalan atau pun sedikt berbincang secara santai dengan orang lain , ya jika menurutku dia baik. Bahkan aku tidak segan segan untuk menjalin sebuah persahabatan dengan orang lain. Teman dikelas ku cukup baik semua kepada diriku , tetapi pastinya diriku pun berpikir bahwa dimana ada teman baik disitupun pasti akan muncul teman tidak baik , mungkin seperti fake friend. Namun diriku tidak peduli dengan apa yang mereka katakan tentang diriku dan diriku tetap menjalin pertemanan dengan mereka , seperti semestinya teman biasa.

          Dengan waktu yang demi hari ke hari , diantara banya teman dikelasku , diriku sangat tertarik kepada salah satu perempuan yang tak ku kenal sama sekali saat itu. We just friend , but we don’t talk too much , ya itu lah kata kata yang menggambarkan jalinan awal pertemanan diriku dengan dirinya. Dengan dirinya aku menceritakan banyak hal , begitu pun dirinya , hal tak terlalu penting sampai hal penting pun kita ceritakan bersama karena itulah sahabat , tak kecuali hal kisah cinta pun kita ceritakan bersama.

          Kisah cinta sekolah , seperti yang banyak orang orang rasakan , mungkin anda juga pernah merasakan hal tersebut. Cukup sering terlintas dibenak ku akan kata kata tersebut. Jujur saja aku mengagumi seorang teman pria dikelas ku , melihatnya setiap hari rasanya tidak bosan , mungkin inilah yang namanya cinta baru tumbuh kemarin. Memang sangat menyenangkan melihat pria yang kita cintai apalagi sekelas , sugguh luar biasa serasa surga dunia bagiku. Tetapi seketika aku terdiam dan tak mengenakan hati jika aku menatapnya lagi , saat dia mulai mengatahui dan sadar jika aku mencintainya , jujur saja aku tak tahu dan harus bagaimana ditambah dia juga mulai bersifat dingin dan jutek kepada diriku. Tetapi itu tidak mengurungkan niat ku untuk tetap mengejar dirinya bahkan ku perjuangkan dirinya. Aku tahu sebagai seorang perempuan terdengar aneh jika harus seperti ini dan bahkan sampai ada yang bertanya “ bukanya perempuan itu diperjuangkan ? mengapa kau sebaliknya ? “ memang bisa dibilang itu adalah hal bodoh , tapi aku tak peduli , aku tulus mencintainya. Ya kata kata itulah yang membuatku semakin termotivasi akan bisa mengenal lebih jauh tentang dirinya.

          Bisa dibilang dia adalah sosok yang misterius. Jujur saja yang terbayang dibenak ku adalah kata “ pesimis “ karena mudah sekali dia bergaul dengan siapa saja dan ternyata aku salah mengartikan akan hal itu tak terkecuali para perempuan yang ada dikelasku. Aku seperti terkena badai es dan tak bisa berkutik , sesugguhnya diriku sangat ingin menyapanya , namun sungguh benar tak bisa kulakukan. Setelah berbagai cara ku pikirkan , aku mulai berpikir jika untuk mendekatinya tidak lain dan tidak bukan adalah melalui social media dan pesan singkat. Setiap hari aku tidak bosan bosannya mengrim blackberry messenger tak peduli apa yang ku tanyakan itu pentig atau tidak , dengan berharap dia akan membalasnya. Namun menjengkelkan dirinya selalu saja membalas secara singkat , padat , dan jelas. Rasa mengejutkan , terasa sangat meyedihkan bagi diriku saat itu yang rela melepas gengsi didalam benak ku. Namun sekali lagi aku tidak menghiraukan niatku sama sekali untuk tidak melakukannya lagi.

          Sungguh diriku sangat terkejut saat disekolah ternyata dirinya menanyakan “ apakah kau mencintai ku ? “ dengan tatapan yang sangat dingin bahkan cukup menakutkan secara lantang dan tanpa basa basi. Jujur diriku meras bingung apa yang harus aku jawab secara seketika aku terdiam dan hanya bergumam dalam hatiku teringat akan kata “ He Drycle “ ya cocok sekali untuk dirinya. Saat itu tubuhku gemetar , aku tak dapat berkutik mengapa secepat ini , dan sejujurnya aku menahan tangis yang amat sangat mengapa dirinya berketa seperti itu dengan tatapan wajah yang mengisyaratkan bahwa dirinya tidak menyukai diriku sama sekali ?. Namun sahabat ku yang mengetahui segalanya tentang diriku langsung menenumui dirinya dan berkata bahwa diriku ini menyukainya dengan sedikit nada yang menggeretak seakan menyadarkannya akan menghargai perasaan perempuan , namun dirinya hanya menganggap hal tersebut merupakan hal bodoh.  Secara rinci sahabatku menceritakan hal yang telah terjadi saat pembicaraan itu , jujur aku sangat menyesal dan malu akan perjuanganku yang sia sia. Tetapi , sahabatku berkata kepadaku untuk terus maju dan pantang menyerah karena dirinya sudah mengetahui yang mungkin akan paham akan perasaan diriku.

          Dengan berjalannya waktu , dirinya pun mulai cukup akrab dengan diriku secara langsung atau pun secara tidak langsung , dan yang ku ketahui tentang dirinya saat itu bahwa dirinya tidak terlalu mengerti akan hal perasaan apalagi sampai kisah cinta , dan dirinya hanya mengaggap kalau hal itu tak kurang hanya hal bodoh , sangat bodoh. Namun entah mengapa dengan ke akraban kami ini , diriku mulai bisa merasakan kesenangan jika berada didekatnya , bahkan aku tidak menyangka bahwa diriku akan sedekat ini dengan dirinya. Tetapi apakah dengan ini dirinya mulai tertarik dengan diriku ? entah lah yang jelas aku mulai merasa bahagia pada saat itu. Mugkin baru kali ini diriku menemukan orang seperti dirinya , bersifat dingin , menganggap semua perempuan sama saja dan yang pasti akan ia sangat tidak peduli dengan perasaan orang lain terhadapnya , tetapi entah mengapa dengan tingkah laku dan sifatnya tersebut aku tetap menyukai dirinya. Rasa tulus ku ini merupakan jembatan harapan baru untuk menjalin hubungan dengannya suatu saat nanti , entah kapan ia akan merespon balik , tetapi aku percaya aku pasti bisa merubah sifatnya tersebut.


          Pertemanan kami semakin hari semakin membaik dan pada suatu hari saat itu kita sedang mengobrol berdua aku sangat kaget dia menyatakan bahwa dia menyayangiku dan merasa nyaman dengan diriku , padahal sebelumnya ia menganggap hal ini adalah hal bodoh dan tak mungkin ia menjalin hubungan lebih dari teman dan sungguh aku sangat kecewa ingin sekali melampiaskan amarahku namun apa daya aku bukan siapa siapa dirinya , dan tak berhak akan hal itu. Mungkin Tuhan berkata lain , Tuhan menginginkan kita menjalin suatu hubungan dengan status lain yang kita sebut status bahagia. Memang banyak orang yang beranggapan kalau kita itu berpacaran , namun diriku bilang intiya hubungan aku dengan nya adalah bahagia. Lalu bagaimana dengan tanggal spesial kita ? 11 desember , ya pada tanggal tersebut dia menyatakan secara detail sebab mengapa dia tak ingin menjalin suatu hubungan dengan dirinya. Namun yang lebih special pada tanggal itu ia membalas perkataan diriku dengan berkata “ I love you much more “  , namun saat itu ia pun berkata kalau dirinya itu bercanda dan mana mungkin mengatakan hal seperti itu. Tetapi aku meyakini jika tanggal 11 desember lah menjadi pacuan diriku untuk menjalin hubungan dengan dirinya.

          Jujur saja aku merasa bersyukur yang tak terduga , karena sampai saat ini pun dirinya masih menyayangiku bahkan lebih itulah yang ia ucpkan , begitu pun dengan diriku. Aku berharap hubungan ku dengannya dapat berjalan lama dengan seiringnya waktu yang terlewatkan tanpa hadirnya orang ketiga atau pun orang orang di luar sana yang tidak menyukai hubungan ku nantinya. Rasa syukur ini akan selalu ku ucapkan kepadamu Tuhan yang telah mempertemukanku dengan orang yang kubilang tepat. Semoga saja dirinya bukan orang yang salah , seperti orang orang yang menyakitiku dulu. Kuharap dirinya selalu bersamaku seiring berjalannya waktu dan kenangan yang sudah kita buat.

          Akhir kata dari cerita ini , semoga para pembaca dapat mengambil sisi positif bahwa sebuah hubungan tidak harus tanpa status jika memang dengan tidak adanya status bisa membuat anda bahagia. Kenapa tidak ?


Note :
Artikel ini ditulis oleh Juwita Tri Apriliani , bukan ditulis oleh saya.

Selasa, 23 Desember 2014

Jujur Saja Aku Menyayangimu


6 bulan lalu , ya aku mulai diperkenalkan dengan sekolah baru ku ditingkat SLTA , begitu terasa singkat memang waktu 6 bulan aku lalui dengan hal hal menyenangkan , memalukan , bahkan sampai hal aneh pun aku lalui di 6 bulan pertama ku di sekolah baru ini. Dan semua hal itu tercampur aduk dalam perasaan dan pikiranku.
         
          Tetapi ada satu hal yang mungkin jadi hal baru dalam hidupku selama ini , ya tentang perasaan aneh yang membingungkan diriku. Jujur saja pertama kali aku melihatmu , aku hanya berpikir jika kamu itu sama saja seperti perempuan kebanyakan , bersifat sok malang , sok ironis , manja , egois , dan bahkan lebay. Ya itulah kesan pertama diriku memandangnya.




          Namun dipenghujung semester , aku merasa tertampar dengan pendapat diriku sendiri , yang mengatakan bahwa semua perempuan itu bersifat sok malang , sok ironis , manja , egois , dan lebay , tetapi tidak  semua perempuan seperti itu. Dan aku mengerti mengapa perempuan melakukan hal seperti itu , mungkin demi mendapat perhatian dari orang orang terdekatnya.

          Dirinya mengajariku bagaimana anda menghargai perasaan orang lain dan peduli terhadap sesama , terutama perempuan. Disinilah dirinya mulai sering mengabari diriku tentang dirinya , mungkin agar aku bisa peduli pada orang lain , setidaknya pada dirinya saja. Tetapi selama itu pun aku mulai merasakan perasaan yang aneh , dan bahkan baru pertama kali aku rasakan.

          Bertahanlah dengan dirimu yang dahulu atau berubahlah dengan semestinya , ya itu lah dua kalimat yang terlintas dalam benak perasaan diriku , jujur aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan dengan dua pilihan ini. Namun waktu menjawabnya , dengan pasti aku memilih berubahlah dengan semestinya dengan tidak meninggalkan kebaikan yang dulu berada pada diriku , cukup dengan merubah apa yang orang lain rasa tidak baik , itulah yang semestinya dirubah.
          Perasaan itu mulai muncul , dan bahkan mulai menjadi jadi saat aku mulai merasa dekat dengan dirinya , perasaan aneh yang tidakku pahami mulai bisa kujawab dengan banyak pertimbangan. Perasaan yang tdak begitu menarik mulai bisa menjadikan diriku ingin selalu mengetahui kabar dirinya , dan perasaan ini mulai tidak bisa dijelaskan. Namun jujur saja aku menyayangimu.

          Dirimu yang mungil , menggemaskan , lucu , sok kuat , cerewet , itu semua bisa menembus perasaanku yang beku akan perasaan saling sayang menyayangi. Bahkan aku tidak bisa mengelak akan perasaan ini kau pejuang hatiku. Hanya itu saja yang bisa kukatan pada dirimu.

          Ingatlah , hati yang membeku dapat dikalahkan oleh hal yang kecil bernama kasih sayang , bahkan perasaan takut sekalipun tidak ada apa apanya dibandingkan dengan kasih sayang , mau itu kasih sayang orang tua , keluarga , atau bahkan orang lain. Percayalah kawan.


Artikel ini special untuk dirimu. Sekali lagi , aku menyayangimu dan bahkan lebih dari perkataan sayang menyayangi ,  Juyy.

Sabtu, 13 Desember 2014

Bertemunya Dengan Titik Yang Bernama Kebahagiaan

Kebahagiaan , ya itulah yang dicari oleh para makhluk hidup di dunia ini , tidak peduli itu manusia , hewan , atau tumbuhan sekali pun. Terutama manusia yang dianugerahi akal pikiran oleh Yang Maha Kuasa , tentunya ia akan lebih bisa mencari kata yang bernama kebahagiaan.

Bisa diucap , memang kebahagiaan adalah hal penting dan wajib dirasakan oleh setiap insang manusia dimuka bumi ini. Tetapi hal tersebut mungkin merupakan hal sulit bagi setiap manusia untuk mendapatkannya. Bahkan banyak orang sukses yang tidak bahagia dengan kehidupannya dan mengakhiri hidupnya dengan cara yang hina , bunuh diri. Tetapi mau bagaimanapun itulah realitas kehidupan.

Biasanya terkadang kita sulit memahami apa arti kehidupan yang bahagia tersebut , dan jujur saja aku pun sulit memahaminya. Tetapi aku berpikir jika kehidupan yang bahagia itu tidak lain dan tidak bukan adalah nafas dan raga dari Yang Maha Kuasa , karena menurutku tidak ada anugerah dan arti kehidupan yang paling membahagiakan selain nafas dan raga yang diberikan-Nya , begitupun dengan kebahagiaan yang diberikan-Nya.

Ingatlah selalu Tuhan selalu mengingkan kebaikan dan kebahagiaan bagi hambanya , dan itu semua telah disediakan oleh-Nya. Yang harus kita lakukan hanya tinggal mencarinya yang disertai ibadah dan doa kepada Tuhan agar dipermudah untuk menemukannya. Apakah itu kasih sayang , cinta , dan segala kebaikan tak perlu diragukan lagi jika Tuhan menghendakinya. Percayalah Tuhan selalu ada disaat bagaimanapun situasi yang anda alami.

Terkadang kita tidak tahu dari mana kebahagiaan kita akan datang , tetapi itu lah misteri kehidupan , tidak ada yang tahu selain Tuhan. Mungkin hanya satu kebahagiaan yang pasti , keluarga. Ya keluarga lah kebahagian yang pasti. Tetapi seseorang yang anda sayangi itu pun merupakan kebahagiaan bagi anda bukan ?. Dalam hidup ini memang rasa saling sayang menyayangi , rasa saling cinta mencintai , rasa saling peduli , rasa saling berbagi , rasa saling tidak ingin kehilangan satu sama lain bisa menjadi jembatan untuk meraih kehidupan yang berarti. Dengan kita membuat suatu ikatan dengan orang lain , itu semua mungkin sudah bisa anda dapatkan.

Jujur saja aku adalah seseorang yang sulit membuat ikatan dengan orang lain , bahkan aku hanya memiliki satu kerabat dekat. Tetapi itu tidak masalah , karena yang terpenting bagiku adalah bukan seberapa banyak anda membuat ikatan dengan seseorang , melainkan seberapa percaya anda terhadap ikatan yang anda buat dengan seseorang.




Akhir akhir ini aku mulai bisa merasakan arti kehidupan yang sebenarnya dengan kebahagiaan , kenyamanan , dan keselarasan. Aku pun sempat tidak percaya , apakah ini yang namanya arti kehidupan yang bahagia ? sungguh beruntung aku bisa merasakannya kali ini , tentunya dengan orang orang didekatku. Aku bisa meyakini jika inilah titik yang bernama kebahagiaan.

Ada banyak  orang didekat ku , walaupun tidak lebih dari sepuluh orang , tetapi itu sudah cukup untuk menjadi jembatanku mendapatkan kebahagiaan. Tetapi ada seseorang yang membuatku menjadikan aku menjadi sekarang ini , tidak sombong , tidak arogan , dan bisa menghargai orang lain.

Aku sungguh bersyukur dipertemukan dengan dirinya , mungkin begitu pun dirinya. Dengannya aku dapat merasakan arti kenyamanan yang sesungguhnya , arti tulus yang sejujurnya , dan arti kasih sayang yang sebenarnya. Dengannya aku merasakan titik bahagia yang sepenuhnya dalam diriku. Jujur aku sangat bahagia dengan kenyamanan saat ini. Tentu anda pun bisa merasakan itu semua , mungkin tidak saat ini , mungkin suatu saat nanti jika waktunya telah tepat , karena pecayalah rencana Tuhan lebih indah daripada rencana kita sendiri. Percayalah.


Dengan tulisan ini , aku hanya ingin berbagi kisah kehidupan , ambillah hal positiv dari kisah kehidupan ku dan berilah lah aku masukan mungkin jika banyak hal yang tidak seharusnya , sungguh anda orang yang sangat bijak. Terimakasih.