Adi Suhendi Blog
Sepenggal Kisah, Sepenggal Cerita
Rabu, 18 Februari 2015
Sabtu, 31 Januari 2015
Maafkan aku pak , Maafkan aku
Aku
dengan rasa cintaku
Dan
kau dengan rasa keadilan disertai ketakutan dirimu
Tapi..
tolonglah kesalahanku janganlah kau bebankan kepada anakmu
Jangan
bertindak seperti itu , aku kemari bukan untuk cipatakan dirku lagi
Aku
kemari agar tidak ada lagi yang menjadi seperti diriku
Maafkan
mereka
Kau
berselisih dengan diriku
Aku
ada didepanmu..
Orang
yang kau benci , seperti yang kau inginkan
Aku
bersedia turuti semua perintahmu.
Tapi
maafkanlah anakmu
Memang
, kau menang dan aku kalah
Tetapi
maaf pak sejauh aku memandang , kaulah yang kalah
Sejauh
aku memandang , aku melihat ayah tua yang berusia 57 tahun
Berada
dibawah bayang bayang anaknya yang berusia 15 tahun yang bersifat malang
Pernahkah
kau berpikir kenapa aku kembali ke rumah ini ?
Untuk
siapa ? gadis yang kucintai sudah jelas
Istrimu
, anakmu , aku tak punya hubungan dengan mereka
Aku
tak kenal mereka
Tak
ada yang kukenal disini
Aku
kemari hanya untuk anda mewujudkan impian anakmu
Aku
kemari untuk seorang ayah yang anaknya kucintai
Aku
datang kemari ,karena dia selalu berkata ,
Ayahku
sangat baik
Sifatnya
keras , tapi hatinya lembut
Aku
kemari untuk mewujudkan impian itu
Pak
, aku tidak memilki banyak potret anakmu yang kucintai
Karena
aku tak membutuhkannya
Dimanapun
ada cinta
Disitu
aku membayangkan dirinya
Dan
kupikir..
Bila
aku bisa mewujudkan satu cinta dihadapanmu
Maka
kau pun akan bisa merasakan perasaan anakmu
Dan
kau akan lihat betapa bahagianya dirinya
Mungkin
duka dihatimu akan berkurang atas kejadian dulu
Aku
kemari mau berbagi dukamu
Dan
mengajarkan cinta padamu
Aku
datang kemari karena paham akan satu hal
Bahwa
hidup anakmu hampa tanpa kau
Tapi
kau belum mengerti juga
Hidup
anakmu hampa tanpa diriku
Dia
akan merasa sempurna bersama kita
Aku
datang untuk memenuh itu semua
Yang
tak dapat kau penuhi untuk anakmu
Aku
datang kemari untuk impian anakmu itu
Memang
, kau menang dalam setiap hal dalam hidupmu
Tapi
kau kehilangan semua sandaran hidupmu
Waktu
itu kau kehilangan kasih sayang anak gadismu
Dan
kini , mungkin kau kehilangan anak laki lakimu
Maaf
pak , sejauh aku memandang kau kalah dalam segalanya
Sejauh
aku memandang
Aku
melihat orang yang keras kepala , dia bernasib malang
Yang
berdiri berpaling diantara dua orang yang sangat dicintainya
Maafkan
aku pak , maafkan aku
Minggu, 11 Januari 2015
Apakah Akan Menjadi Semua Tentang Kita ?
Beberapa hari sebelum hari itu,
hari dimana rindu menjadi lagu,
hingga waktu pun mampu menunggu.
Aku tak ingin yang tertinggal hanya cerita dan angan,
kisah indah yang pernah kita lalui yang mungkin akan kusebut kenangan.
hari dimana rindu menjadi lagu,
hingga waktu pun mampu menunggu.
Aku tak ingin yang tertinggal hanya cerita dan angan,
kisah indah yang pernah kita lalui yang mungkin akan kusebut kenangan.
Akankah nanti tawa itu tak lagi tampak,
tawa yang hadir kala sepi menyeruak dalam hati yang sesak.
tawa yang hadir kala sepi menyeruak dalam hati yang sesak.
Kisah yang kini menjadi cerita yang tak pernah habis aku baca,
Saat "aku" dan "kamu" yang masih berharap menjadi "kita".
Dengar kisahku,
Kisah tentang tawa dan duka yang mungkin esok tak lagi ada,
Saat "lelah" dan "resah" masih menjadi "indah".
Apakah ini akan menjadi semua tentang kita ?
hingga ingatan tak mampu mempertahankannya kala kita menua.
Hanya kata maaf yang aku percaya,
Kisah tentang tawa dan duka yang mungkin esok tak lagi ada,
Saat "lelah" dan "resah" masih menjadi "indah".
Apakah ini akan menjadi semua tentang kita ?
hingga ingatan tak mampu mempertahankannya kala kita menua.
Hanya kata maaf yang aku percaya,
demi kisah cinta kita yang tak akan menjadi semua tentang kita.
Minggu, 28 Desember 2014
Rasa Syukur Yang Tak Terduga
Kisah ini mulai semenjak diriku lulus
dari pendidikan sekolah tingkat pertama , dari dulu aku sangat berkeinginan
besar untuk menjadi seorang guru , tapi entah mengapa kedua orangtua ku
mendaftarkan diriku ke pendidikan sekolah menengah kejuruan. Tentu saja awalnya
aku tidak sangat setuju dan sungguh tidak mau , tetapi mau bagaimana pun aku
tidak bisa mengelak kemauan orangtua ku.
Pendaftaran pun selesai , dan ternyata
aku diterima serta tidak luput aku pun mengalami masa orientasi atau ospek
sebelum akhirnya resmi menjadi bagian dari sekolah baru ku. Sejujurnya niat ku
masih belum terlalu yakin akan hal ini , tetapi mau bagaimana lagi. Namun ,
inilah kehidupan jalan orangtua ku yang dipilihkan kepada diriku , tentu saja
aku berpikir pasti orang tua ku mempunyai maksud dan tujuan tertentu untuk
pilihannya tersebut.
Sekolah baru , ya pastinya juga kawan
baru , tentu hal itu memang sangat mengasyikan apalagi kesan pertama bertemu.
Bisa dibilang memang dari dulu diriku ini orang yang tidak segan segan atau
malu untuk berkenalan atau pun sedikt berbincang secara santai dengan orang
lain , ya jika menurutku dia baik. Bahkan aku tidak segan segan untuk menjalin
sebuah persahabatan dengan orang lain. Teman dikelas ku cukup baik semua kepada
diriku , tetapi pastinya diriku pun berpikir bahwa dimana ada teman baik
disitupun pasti akan muncul teman tidak baik , mungkin seperti fake friend.
Namun diriku tidak peduli dengan apa yang mereka katakan tentang diriku dan
diriku tetap menjalin pertemanan dengan mereka , seperti semestinya teman
biasa.
Dengan waktu yang demi hari ke hari ,
diantara banya teman dikelasku , diriku sangat tertarik kepada salah satu
perempuan yang tak ku kenal sama sekali saat itu. We just friend , but we don’t
talk too much , ya itu lah kata kata yang menggambarkan jalinan awal pertemanan
diriku dengan dirinya. Dengan dirinya aku menceritakan banyak hal , begitu pun
dirinya , hal tak terlalu penting sampai hal penting pun kita ceritakan bersama
karena itulah sahabat , tak kecuali hal kisah cinta pun kita ceritakan bersama.
Kisah cinta sekolah , seperti yang
banyak orang orang rasakan , mungkin anda juga pernah merasakan hal tersebut.
Cukup sering terlintas dibenak ku akan kata kata tersebut. Jujur saja aku mengagumi
seorang teman pria dikelas ku , melihatnya setiap hari rasanya tidak bosan ,
mungkin inilah yang namanya cinta baru tumbuh kemarin. Memang sangat
menyenangkan melihat pria yang kita cintai apalagi sekelas , sugguh luar biasa
serasa surga dunia bagiku. Tetapi seketika aku terdiam dan tak mengenakan hati
jika aku menatapnya lagi , saat dia mulai mengatahui dan sadar jika aku
mencintainya , jujur saja aku tak tahu dan harus bagaimana ditambah dia juga
mulai bersifat dingin dan jutek kepada diriku. Tetapi itu tidak mengurungkan
niat ku untuk tetap mengejar dirinya bahkan ku perjuangkan dirinya. Aku tahu
sebagai seorang perempuan terdengar aneh jika harus seperti ini dan bahkan
sampai ada yang bertanya “ bukanya perempuan itu diperjuangkan ? mengapa kau sebaliknya
? “ memang bisa dibilang itu adalah hal bodoh , tapi aku tak peduli , aku tulus
mencintainya. Ya kata kata itulah yang membuatku semakin termotivasi akan bisa
mengenal lebih jauh tentang dirinya.
Bisa dibilang dia adalah sosok yang
misterius. Jujur saja yang terbayang dibenak ku adalah kata “ pesimis “ karena
mudah sekali dia bergaul dengan siapa saja dan ternyata aku salah mengartikan
akan hal itu tak terkecuali para perempuan yang ada dikelasku. Aku seperti
terkena badai es dan tak bisa berkutik , sesugguhnya diriku sangat ingin
menyapanya , namun sungguh benar tak bisa kulakukan. Setelah berbagai cara ku
pikirkan , aku mulai berpikir jika untuk mendekatinya tidak lain dan tidak
bukan adalah melalui social media dan pesan singkat. Setiap hari aku tidak
bosan bosannya mengrim blackberry messenger tak peduli apa yang ku tanyakan itu
pentig atau tidak , dengan berharap dia akan membalasnya. Namun menjengkelkan
dirinya selalu saja membalas secara singkat , padat , dan jelas. Rasa
mengejutkan , terasa sangat meyedihkan bagi diriku saat itu yang rela melepas
gengsi didalam benak ku. Namun sekali lagi aku tidak menghiraukan niatku sama
sekali untuk tidak melakukannya lagi.
Sungguh diriku sangat terkejut saat
disekolah ternyata dirinya menanyakan “ apakah kau mencintai ku ? “ dengan
tatapan yang sangat dingin bahkan cukup menakutkan secara lantang dan tanpa
basa basi. Jujur diriku meras bingung apa yang harus aku jawab secara seketika
aku terdiam dan hanya bergumam dalam hatiku teringat akan kata “ He Drycle “ ya
cocok sekali untuk dirinya. Saat itu tubuhku gemetar , aku tak dapat berkutik
mengapa secepat ini , dan sejujurnya aku menahan tangis yang amat sangat
mengapa dirinya berketa seperti itu dengan tatapan wajah yang mengisyaratkan
bahwa dirinya tidak menyukai diriku sama sekali ?. Namun sahabat ku yang
mengetahui segalanya tentang diriku langsung menenumui dirinya dan berkata
bahwa diriku ini menyukainya dengan sedikit nada yang menggeretak seakan
menyadarkannya akan menghargai perasaan perempuan , namun dirinya hanya
menganggap hal tersebut merupakan hal bodoh.
Secara rinci sahabatku menceritakan hal yang telah terjadi saat
pembicaraan itu , jujur aku sangat menyesal dan malu akan perjuanganku yang sia
sia. Tetapi , sahabatku berkata kepadaku untuk terus maju dan pantang menyerah
karena dirinya sudah mengetahui yang mungkin akan paham akan perasaan diriku.
Dengan berjalannya waktu , dirinya pun
mulai cukup akrab dengan diriku secara langsung atau pun secara tidak langsung
, dan yang ku ketahui tentang dirinya saat itu bahwa dirinya tidak terlalu
mengerti akan hal perasaan apalagi sampai kisah cinta , dan dirinya hanya
mengaggap kalau hal itu tak kurang hanya hal bodoh , sangat bodoh. Namun entah
mengapa dengan ke akraban kami ini , diriku mulai bisa merasakan kesenangan
jika berada didekatnya , bahkan aku tidak menyangka bahwa diriku akan sedekat
ini dengan dirinya. Tetapi apakah dengan ini dirinya mulai tertarik dengan
diriku ? entah lah yang jelas aku mulai merasa bahagia pada saat itu. Mugkin baru
kali ini diriku menemukan orang seperti dirinya , bersifat dingin , menganggap
semua perempuan sama saja dan yang pasti akan ia sangat tidak peduli dengan
perasaan orang lain terhadapnya , tetapi entah mengapa dengan tingkah laku dan
sifatnya tersebut aku tetap menyukai dirinya. Rasa tulus ku ini merupakan
jembatan harapan baru untuk menjalin hubungan dengannya suatu saat nanti ,
entah kapan ia akan merespon balik , tetapi aku percaya aku pasti bisa merubah
sifatnya tersebut.
Pertemanan kami semakin hari semakin
membaik dan pada suatu hari saat itu kita sedang mengobrol berdua aku sangat
kaget dia menyatakan bahwa dia menyayangiku dan merasa nyaman dengan diriku ,
padahal sebelumnya ia menganggap hal ini adalah hal bodoh dan tak mungkin ia
menjalin hubungan lebih dari teman dan sungguh aku sangat kecewa ingin sekali
melampiaskan amarahku namun apa daya aku bukan siapa siapa dirinya , dan tak
berhak akan hal itu. Mungkin Tuhan berkata lain , Tuhan menginginkan kita
menjalin suatu hubungan dengan status lain yang kita sebut status bahagia.
Memang banyak orang yang beranggapan kalau kita itu berpacaran , namun diriku
bilang intiya hubungan aku dengan nya adalah bahagia. Lalu bagaimana dengan
tanggal spesial kita ? 11 desember , ya pada tanggal tersebut dia menyatakan
secara detail sebab mengapa dia tak ingin menjalin suatu hubungan dengan
dirinya. Namun yang lebih special pada tanggal itu ia membalas perkataan diriku
dengan berkata “ I love you much more “
, namun saat itu ia pun berkata kalau dirinya itu bercanda dan mana
mungkin mengatakan hal seperti itu. Tetapi aku meyakini jika tanggal 11
desember lah menjadi pacuan diriku untuk menjalin hubungan dengan dirinya.
Jujur saja aku merasa bersyukur yang
tak terduga , karena sampai saat ini pun dirinya masih menyayangiku bahkan
lebih itulah yang ia ucpkan , begitu pun dengan diriku. Aku berharap hubungan
ku dengannya dapat berjalan lama dengan seiringnya waktu yang terlewatkan tanpa
hadirnya orang ketiga atau pun orang orang di luar sana yang tidak menyukai hubungan
ku nantinya. Rasa syukur ini akan selalu ku ucapkan kepadamu Tuhan yang telah
mempertemukanku dengan orang yang kubilang tepat. Semoga saja dirinya bukan
orang yang salah , seperti orang orang yang menyakitiku dulu. Kuharap dirinya
selalu bersamaku seiring berjalannya waktu dan kenangan yang sudah kita buat.
Akhir kata dari cerita ini , semoga
para pembaca dapat mengambil sisi positif bahwa sebuah hubungan tidak harus
tanpa status jika memang dengan tidak adanya status bisa membuat anda bahagia.
Kenapa tidak ?
Note :
Artikel ini ditulis oleh Juwita
Tri Apriliani , bukan ditulis oleh saya.
Selasa, 23 Desember 2014
Jujur Saja Aku Menyayangimu
6 bulan lalu , ya aku mulai diperkenalkan
dengan sekolah baru ku ditingkat SLTA , begitu terasa singkat memang waktu 6
bulan aku lalui dengan hal hal menyenangkan , memalukan , bahkan sampai hal
aneh pun aku lalui di 6 bulan pertama ku di sekolah baru ini. Dan semua hal itu
tercampur aduk dalam perasaan dan pikiranku.
Tetapi ada satu hal yang mungkin jadi
hal baru dalam hidupku selama ini , ya tentang perasaan aneh yang membingungkan
diriku. Jujur saja pertama kali aku melihatmu , aku hanya berpikir jika kamu
itu sama saja seperti perempuan kebanyakan , bersifat sok malang , sok ironis ,
manja , egois , dan bahkan lebay. Ya itulah kesan pertama diriku memandangnya.
Namun dipenghujung semester , aku
merasa tertampar dengan pendapat diriku sendiri , yang mengatakan bahwa semua
perempuan itu bersifat sok malang , sok ironis , manja , egois , dan lebay ,
tetapi tidak semua perempuan seperti
itu. Dan aku mengerti mengapa perempuan melakukan hal seperti itu , mungkin
demi mendapat perhatian dari orang orang terdekatnya.
Dirinya mengajariku bagaimana anda
menghargai perasaan orang lain dan peduli terhadap sesama , terutama perempuan.
Disinilah dirinya mulai sering mengabari diriku tentang dirinya , mungkin agar
aku bisa peduli pada orang lain , setidaknya pada dirinya saja. Tetapi selama
itu pun aku mulai merasakan perasaan yang aneh , dan bahkan baru pertama kali
aku rasakan.
Bertahanlah dengan dirimu yang dahulu
atau berubahlah dengan semestinya , ya itu lah dua kalimat yang terlintas dalam
benak perasaan diriku , jujur aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan dengan
dua pilihan ini. Namun waktu menjawabnya , dengan pasti aku memilih berubahlah
dengan semestinya dengan tidak meninggalkan kebaikan yang dulu berada pada
diriku , cukup dengan merubah apa yang orang lain rasa tidak baik , itulah yang
semestinya dirubah.
Perasaan itu mulai muncul , dan bahkan
mulai menjadi jadi saat aku mulai merasa dekat dengan dirinya , perasaan aneh
yang tidakku pahami mulai bisa kujawab dengan banyak pertimbangan. Perasaan
yang tdak begitu menarik mulai bisa menjadikan diriku ingin selalu mengetahui
kabar dirinya , dan perasaan ini mulai tidak bisa dijelaskan. Namun jujur saja
aku menyayangimu.
Dirimu yang mungil , menggemaskan ,
lucu , sok kuat , cerewet , itu semua bisa menembus perasaanku yang beku akan
perasaan saling sayang menyayangi. Bahkan aku tidak bisa mengelak akan perasaan
ini kau pejuang hatiku. Hanya itu saja yang bisa kukatan pada dirimu.
Ingatlah , hati yang membeku dapat dikalahkan
oleh hal yang kecil bernama kasih sayang , bahkan perasaan takut sekalipun
tidak ada apa apanya dibandingkan dengan kasih sayang , mau itu kasih sayang
orang tua , keluarga , atau bahkan orang lain. Percayalah kawan.
Artikel ini special untuk dirimu. Sekali lagi
, aku menyayangimu dan bahkan lebih dari perkataan sayang menyayangi , Juyy.
Sabtu, 13 Desember 2014
Bertemunya Dengan Titik Yang Bernama Kebahagiaan
Kebahagiaan , ya itulah yang dicari oleh para
makhluk hidup di dunia ini , tidak peduli itu manusia , hewan , atau tumbuhan
sekali pun. Terutama manusia yang dianugerahi akal pikiran oleh Yang Maha Kuasa
, tentunya ia akan lebih bisa mencari kata yang bernama kebahagiaan.
Bisa diucap , memang kebahagiaan adalah hal
penting dan wajib dirasakan oleh setiap insang manusia dimuka bumi ini. Tetapi
hal tersebut mungkin merupakan hal sulit bagi setiap manusia untuk
mendapatkannya. Bahkan banyak orang sukses yang tidak bahagia dengan
kehidupannya dan mengakhiri hidupnya dengan cara yang hina , bunuh diri. Tetapi
mau bagaimanapun itulah realitas kehidupan.
Biasanya terkadang kita sulit memahami apa
arti kehidupan yang bahagia tersebut , dan jujur saja aku pun sulit
memahaminya. Tetapi aku berpikir jika kehidupan yang bahagia itu tidak lain dan
tidak bukan adalah nafas dan raga dari Yang Maha Kuasa , karena menurutku tidak
ada anugerah dan arti kehidupan yang paling membahagiakan selain nafas dan raga
yang diberikan-Nya , begitupun dengan kebahagiaan yang diberikan-Nya.
Ingatlah selalu Tuhan selalu mengingkan
kebaikan dan kebahagiaan bagi hambanya , dan itu semua telah disediakan
oleh-Nya. Yang harus kita lakukan hanya tinggal mencarinya yang disertai ibadah
dan doa kepada Tuhan agar dipermudah untuk menemukannya. Apakah itu kasih
sayang , cinta , dan segala kebaikan tak perlu diragukan lagi jika Tuhan
menghendakinya. Percayalah Tuhan selalu ada disaat bagaimanapun situasi yang
anda alami.
Terkadang kita tidak tahu dari mana
kebahagiaan kita akan datang , tetapi itu lah misteri kehidupan , tidak ada
yang tahu selain Tuhan. Mungkin hanya satu kebahagiaan yang pasti , keluarga.
Ya keluarga lah kebahagian yang pasti. Tetapi seseorang yang anda sayangi itu
pun merupakan kebahagiaan bagi anda bukan ?. Dalam hidup ini memang rasa saling
sayang menyayangi , rasa saling cinta mencintai , rasa saling peduli , rasa
saling berbagi , rasa saling tidak ingin kehilangan satu sama lain bisa menjadi
jembatan untuk meraih kehidupan yang berarti. Dengan kita membuat suatu ikatan
dengan orang lain , itu semua mungkin sudah bisa anda dapatkan.
Jujur saja aku adalah seseorang yang sulit
membuat ikatan dengan orang lain , bahkan aku hanya memiliki satu kerabat
dekat. Tetapi itu tidak masalah , karena yang terpenting bagiku adalah bukan
seberapa banyak anda membuat ikatan dengan seseorang , melainkan seberapa
percaya anda terhadap ikatan yang anda buat dengan seseorang.
Akhir akhir ini aku mulai bisa merasakan arti
kehidupan yang sebenarnya dengan kebahagiaan , kenyamanan , dan keselarasan.
Aku pun sempat tidak percaya , apakah ini yang namanya arti kehidupan yang
bahagia ? sungguh beruntung aku bisa merasakannya kali ini , tentunya dengan orang
orang didekatku. Aku bisa meyakini jika inilah titik yang bernama kebahagiaan.
Ada banyak
orang didekat ku , walaupun tidak lebih dari sepuluh orang , tetapi itu
sudah cukup untuk menjadi jembatanku mendapatkan kebahagiaan. Tetapi ada
seseorang yang membuatku menjadikan aku menjadi sekarang ini , tidak sombong ,
tidak arogan , dan bisa menghargai orang lain.
Aku sungguh bersyukur dipertemukan dengan
dirinya , mungkin begitu pun dirinya. Dengannya aku dapat merasakan arti
kenyamanan yang sesungguhnya , arti tulus yang sejujurnya , dan arti kasih
sayang yang sebenarnya. Dengannya aku merasakan titik bahagia yang sepenuhnya
dalam diriku. Jujur aku sangat bahagia dengan kenyamanan saat ini. Tentu anda
pun bisa merasakan itu semua , mungkin tidak saat ini , mungkin suatu saat nanti jika
waktunya telah tepat , karena pecayalah rencana Tuhan lebih indah daripada
rencana kita sendiri. Percayalah.
Dengan tulisan ini , aku hanya ingin berbagi
kisah kehidupan , ambillah hal positiv dari kisah kehidupan ku dan berilah lah
aku masukan mungkin jika banyak hal yang tidak seharusnya , sungguh anda orang
yang sangat bijak. Terimakasih.
Langganan:
Komentar (Atom)





