Selasa, 23 Desember 2014

Jujur Saja Aku Menyayangimu


6 bulan lalu , ya aku mulai diperkenalkan dengan sekolah baru ku ditingkat SLTA , begitu terasa singkat memang waktu 6 bulan aku lalui dengan hal hal menyenangkan , memalukan , bahkan sampai hal aneh pun aku lalui di 6 bulan pertama ku di sekolah baru ini. Dan semua hal itu tercampur aduk dalam perasaan dan pikiranku.
         
          Tetapi ada satu hal yang mungkin jadi hal baru dalam hidupku selama ini , ya tentang perasaan aneh yang membingungkan diriku. Jujur saja pertama kali aku melihatmu , aku hanya berpikir jika kamu itu sama saja seperti perempuan kebanyakan , bersifat sok malang , sok ironis , manja , egois , dan bahkan lebay. Ya itulah kesan pertama diriku memandangnya.




          Namun dipenghujung semester , aku merasa tertampar dengan pendapat diriku sendiri , yang mengatakan bahwa semua perempuan itu bersifat sok malang , sok ironis , manja , egois , dan lebay , tetapi tidak  semua perempuan seperti itu. Dan aku mengerti mengapa perempuan melakukan hal seperti itu , mungkin demi mendapat perhatian dari orang orang terdekatnya.

          Dirinya mengajariku bagaimana anda menghargai perasaan orang lain dan peduli terhadap sesama , terutama perempuan. Disinilah dirinya mulai sering mengabari diriku tentang dirinya , mungkin agar aku bisa peduli pada orang lain , setidaknya pada dirinya saja. Tetapi selama itu pun aku mulai merasakan perasaan yang aneh , dan bahkan baru pertama kali aku rasakan.

          Bertahanlah dengan dirimu yang dahulu atau berubahlah dengan semestinya , ya itu lah dua kalimat yang terlintas dalam benak perasaan diriku , jujur aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan dengan dua pilihan ini. Namun waktu menjawabnya , dengan pasti aku memilih berubahlah dengan semestinya dengan tidak meninggalkan kebaikan yang dulu berada pada diriku , cukup dengan merubah apa yang orang lain rasa tidak baik , itulah yang semestinya dirubah.
          Perasaan itu mulai muncul , dan bahkan mulai menjadi jadi saat aku mulai merasa dekat dengan dirinya , perasaan aneh yang tidakku pahami mulai bisa kujawab dengan banyak pertimbangan. Perasaan yang tdak begitu menarik mulai bisa menjadikan diriku ingin selalu mengetahui kabar dirinya , dan perasaan ini mulai tidak bisa dijelaskan. Namun jujur saja aku menyayangimu.

          Dirimu yang mungil , menggemaskan , lucu , sok kuat , cerewet , itu semua bisa menembus perasaanku yang beku akan perasaan saling sayang menyayangi. Bahkan aku tidak bisa mengelak akan perasaan ini kau pejuang hatiku. Hanya itu saja yang bisa kukatan pada dirimu.

          Ingatlah , hati yang membeku dapat dikalahkan oleh hal yang kecil bernama kasih sayang , bahkan perasaan takut sekalipun tidak ada apa apanya dibandingkan dengan kasih sayang , mau itu kasih sayang orang tua , keluarga , atau bahkan orang lain. Percayalah kawan.


Artikel ini special untuk dirimu. Sekali lagi , aku menyayangimu dan bahkan lebih dari perkataan sayang menyayangi ,  Juyy.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar