6 bulan lalu , ya aku mulai diperkenalkan
dengan sekolah baru ku ditingkat SLTA , begitu terasa singkat memang waktu 6
bulan aku lalui dengan hal hal menyenangkan , memalukan , bahkan sampai hal
aneh pun aku lalui di 6 bulan pertama ku di sekolah baru ini. Dan semua hal itu
tercampur aduk dalam perasaan dan pikiranku.
Tetapi ada satu hal yang mungkin jadi
hal baru dalam hidupku selama ini , ya tentang perasaan aneh yang membingungkan
diriku. Jujur saja pertama kali aku melihatmu , aku hanya berpikir jika kamu
itu sama saja seperti perempuan kebanyakan , bersifat sok malang , sok ironis ,
manja , egois , dan bahkan lebay. Ya itulah kesan pertama diriku memandangnya.
Namun dipenghujung semester , aku
merasa tertampar dengan pendapat diriku sendiri , yang mengatakan bahwa semua
perempuan itu bersifat sok malang , sok ironis , manja , egois , dan lebay ,
tetapi tidak semua perempuan seperti
itu. Dan aku mengerti mengapa perempuan melakukan hal seperti itu , mungkin
demi mendapat perhatian dari orang orang terdekatnya.
Dirinya mengajariku bagaimana anda
menghargai perasaan orang lain dan peduli terhadap sesama , terutama perempuan.
Disinilah dirinya mulai sering mengabari diriku tentang dirinya , mungkin agar
aku bisa peduli pada orang lain , setidaknya pada dirinya saja. Tetapi selama
itu pun aku mulai merasakan perasaan yang aneh , dan bahkan baru pertama kali
aku rasakan.
Bertahanlah dengan dirimu yang dahulu
atau berubahlah dengan semestinya , ya itu lah dua kalimat yang terlintas dalam
benak perasaan diriku , jujur aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan dengan
dua pilihan ini. Namun waktu menjawabnya , dengan pasti aku memilih berubahlah
dengan semestinya dengan tidak meninggalkan kebaikan yang dulu berada pada
diriku , cukup dengan merubah apa yang orang lain rasa tidak baik , itulah yang
semestinya dirubah.
Perasaan itu mulai muncul , dan bahkan
mulai menjadi jadi saat aku mulai merasa dekat dengan dirinya , perasaan aneh
yang tidakku pahami mulai bisa kujawab dengan banyak pertimbangan. Perasaan
yang tdak begitu menarik mulai bisa menjadikan diriku ingin selalu mengetahui
kabar dirinya , dan perasaan ini mulai tidak bisa dijelaskan. Namun jujur saja
aku menyayangimu.
Dirimu yang mungil , menggemaskan ,
lucu , sok kuat , cerewet , itu semua bisa menembus perasaanku yang beku akan
perasaan saling sayang menyayangi. Bahkan aku tidak bisa mengelak akan perasaan
ini kau pejuang hatiku. Hanya itu saja yang bisa kukatan pada dirimu.
Ingatlah , hati yang membeku dapat dikalahkan
oleh hal yang kecil bernama kasih sayang , bahkan perasaan takut sekalipun
tidak ada apa apanya dibandingkan dengan kasih sayang , mau itu kasih sayang
orang tua , keluarga , atau bahkan orang lain. Percayalah kawan.
Artikel ini special untuk dirimu. Sekali lagi
, aku menyayangimu dan bahkan lebih dari perkataan sayang menyayangi , Juyy.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar