Kisah ini mulai semenjak diriku lulus
dari pendidikan sekolah tingkat pertama , dari dulu aku sangat berkeinginan
besar untuk menjadi seorang guru , tapi entah mengapa kedua orangtua ku
mendaftarkan diriku ke pendidikan sekolah menengah kejuruan. Tentu saja awalnya
aku tidak sangat setuju dan sungguh tidak mau , tetapi mau bagaimana pun aku
tidak bisa mengelak kemauan orangtua ku.
Pendaftaran pun selesai , dan ternyata
aku diterima serta tidak luput aku pun mengalami masa orientasi atau ospek
sebelum akhirnya resmi menjadi bagian dari sekolah baru ku. Sejujurnya niat ku
masih belum terlalu yakin akan hal ini , tetapi mau bagaimana lagi. Namun ,
inilah kehidupan jalan orangtua ku yang dipilihkan kepada diriku , tentu saja
aku berpikir pasti orang tua ku mempunyai maksud dan tujuan tertentu untuk
pilihannya tersebut.
Sekolah baru , ya pastinya juga kawan
baru , tentu hal itu memang sangat mengasyikan apalagi kesan pertama bertemu.
Bisa dibilang memang dari dulu diriku ini orang yang tidak segan segan atau
malu untuk berkenalan atau pun sedikt berbincang secara santai dengan orang
lain , ya jika menurutku dia baik. Bahkan aku tidak segan segan untuk menjalin
sebuah persahabatan dengan orang lain. Teman dikelas ku cukup baik semua kepada
diriku , tetapi pastinya diriku pun berpikir bahwa dimana ada teman baik
disitupun pasti akan muncul teman tidak baik , mungkin seperti fake friend.
Namun diriku tidak peduli dengan apa yang mereka katakan tentang diriku dan
diriku tetap menjalin pertemanan dengan mereka , seperti semestinya teman
biasa.
Dengan waktu yang demi hari ke hari ,
diantara banya teman dikelasku , diriku sangat tertarik kepada salah satu
perempuan yang tak ku kenal sama sekali saat itu. We just friend , but we don’t
talk too much , ya itu lah kata kata yang menggambarkan jalinan awal pertemanan
diriku dengan dirinya. Dengan dirinya aku menceritakan banyak hal , begitu pun
dirinya , hal tak terlalu penting sampai hal penting pun kita ceritakan bersama
karena itulah sahabat , tak kecuali hal kisah cinta pun kita ceritakan bersama.
Kisah cinta sekolah , seperti yang
banyak orang orang rasakan , mungkin anda juga pernah merasakan hal tersebut.
Cukup sering terlintas dibenak ku akan kata kata tersebut. Jujur saja aku mengagumi
seorang teman pria dikelas ku , melihatnya setiap hari rasanya tidak bosan ,
mungkin inilah yang namanya cinta baru tumbuh kemarin. Memang sangat
menyenangkan melihat pria yang kita cintai apalagi sekelas , sugguh luar biasa
serasa surga dunia bagiku. Tetapi seketika aku terdiam dan tak mengenakan hati
jika aku menatapnya lagi , saat dia mulai mengatahui dan sadar jika aku
mencintainya , jujur saja aku tak tahu dan harus bagaimana ditambah dia juga
mulai bersifat dingin dan jutek kepada diriku. Tetapi itu tidak mengurungkan
niat ku untuk tetap mengejar dirinya bahkan ku perjuangkan dirinya. Aku tahu
sebagai seorang perempuan terdengar aneh jika harus seperti ini dan bahkan
sampai ada yang bertanya “ bukanya perempuan itu diperjuangkan ? mengapa kau sebaliknya
? “ memang bisa dibilang itu adalah hal bodoh , tapi aku tak peduli , aku tulus
mencintainya. Ya kata kata itulah yang membuatku semakin termotivasi akan bisa
mengenal lebih jauh tentang dirinya.
Bisa dibilang dia adalah sosok yang
misterius. Jujur saja yang terbayang dibenak ku adalah kata “ pesimis “ karena
mudah sekali dia bergaul dengan siapa saja dan ternyata aku salah mengartikan
akan hal itu tak terkecuali para perempuan yang ada dikelasku. Aku seperti
terkena badai es dan tak bisa berkutik , sesugguhnya diriku sangat ingin
menyapanya , namun sungguh benar tak bisa kulakukan. Setelah berbagai cara ku
pikirkan , aku mulai berpikir jika untuk mendekatinya tidak lain dan tidak
bukan adalah melalui social media dan pesan singkat. Setiap hari aku tidak
bosan bosannya mengrim blackberry messenger tak peduli apa yang ku tanyakan itu
pentig atau tidak , dengan berharap dia akan membalasnya. Namun menjengkelkan
dirinya selalu saja membalas secara singkat , padat , dan jelas. Rasa
mengejutkan , terasa sangat meyedihkan bagi diriku saat itu yang rela melepas
gengsi didalam benak ku. Namun sekali lagi aku tidak menghiraukan niatku sama
sekali untuk tidak melakukannya lagi.
Sungguh diriku sangat terkejut saat
disekolah ternyata dirinya menanyakan “ apakah kau mencintai ku ? “ dengan
tatapan yang sangat dingin bahkan cukup menakutkan secara lantang dan tanpa
basa basi. Jujur diriku meras bingung apa yang harus aku jawab secara seketika
aku terdiam dan hanya bergumam dalam hatiku teringat akan kata “ He Drycle “ ya
cocok sekali untuk dirinya. Saat itu tubuhku gemetar , aku tak dapat berkutik
mengapa secepat ini , dan sejujurnya aku menahan tangis yang amat sangat
mengapa dirinya berketa seperti itu dengan tatapan wajah yang mengisyaratkan
bahwa dirinya tidak menyukai diriku sama sekali ?. Namun sahabat ku yang
mengetahui segalanya tentang diriku langsung menenumui dirinya dan berkata
bahwa diriku ini menyukainya dengan sedikit nada yang menggeretak seakan
menyadarkannya akan menghargai perasaan perempuan , namun dirinya hanya
menganggap hal tersebut merupakan hal bodoh.
Secara rinci sahabatku menceritakan hal yang telah terjadi saat
pembicaraan itu , jujur aku sangat menyesal dan malu akan perjuanganku yang sia
sia. Tetapi , sahabatku berkata kepadaku untuk terus maju dan pantang menyerah
karena dirinya sudah mengetahui yang mungkin akan paham akan perasaan diriku.
Dengan berjalannya waktu , dirinya pun
mulai cukup akrab dengan diriku secara langsung atau pun secara tidak langsung
, dan yang ku ketahui tentang dirinya saat itu bahwa dirinya tidak terlalu
mengerti akan hal perasaan apalagi sampai kisah cinta , dan dirinya hanya
mengaggap kalau hal itu tak kurang hanya hal bodoh , sangat bodoh. Namun entah
mengapa dengan ke akraban kami ini , diriku mulai bisa merasakan kesenangan
jika berada didekatnya , bahkan aku tidak menyangka bahwa diriku akan sedekat
ini dengan dirinya. Tetapi apakah dengan ini dirinya mulai tertarik dengan
diriku ? entah lah yang jelas aku mulai merasa bahagia pada saat itu. Mugkin baru
kali ini diriku menemukan orang seperti dirinya , bersifat dingin , menganggap
semua perempuan sama saja dan yang pasti akan ia sangat tidak peduli dengan
perasaan orang lain terhadapnya , tetapi entah mengapa dengan tingkah laku dan
sifatnya tersebut aku tetap menyukai dirinya. Rasa tulus ku ini merupakan
jembatan harapan baru untuk menjalin hubungan dengannya suatu saat nanti ,
entah kapan ia akan merespon balik , tetapi aku percaya aku pasti bisa merubah
sifatnya tersebut.
Pertemanan kami semakin hari semakin
membaik dan pada suatu hari saat itu kita sedang mengobrol berdua aku sangat
kaget dia menyatakan bahwa dia menyayangiku dan merasa nyaman dengan diriku ,
padahal sebelumnya ia menganggap hal ini adalah hal bodoh dan tak mungkin ia
menjalin hubungan lebih dari teman dan sungguh aku sangat kecewa ingin sekali
melampiaskan amarahku namun apa daya aku bukan siapa siapa dirinya , dan tak
berhak akan hal itu. Mungkin Tuhan berkata lain , Tuhan menginginkan kita
menjalin suatu hubungan dengan status lain yang kita sebut status bahagia.
Memang banyak orang yang beranggapan kalau kita itu berpacaran , namun diriku
bilang intiya hubungan aku dengan nya adalah bahagia. Lalu bagaimana dengan
tanggal spesial kita ? 11 desember , ya pada tanggal tersebut dia menyatakan
secara detail sebab mengapa dia tak ingin menjalin suatu hubungan dengan
dirinya. Namun yang lebih special pada tanggal itu ia membalas perkataan diriku
dengan berkata “ I love you much more “
, namun saat itu ia pun berkata kalau dirinya itu bercanda dan mana
mungkin mengatakan hal seperti itu. Tetapi aku meyakini jika tanggal 11
desember lah menjadi pacuan diriku untuk menjalin hubungan dengan dirinya.
Jujur saja aku merasa bersyukur yang
tak terduga , karena sampai saat ini pun dirinya masih menyayangiku bahkan
lebih itulah yang ia ucpkan , begitu pun dengan diriku. Aku berharap hubungan
ku dengannya dapat berjalan lama dengan seiringnya waktu yang terlewatkan tanpa
hadirnya orang ketiga atau pun orang orang di luar sana yang tidak menyukai hubungan
ku nantinya. Rasa syukur ini akan selalu ku ucapkan kepadamu Tuhan yang telah
mempertemukanku dengan orang yang kubilang tepat. Semoga saja dirinya bukan
orang yang salah , seperti orang orang yang menyakitiku dulu. Kuharap dirinya
selalu bersamaku seiring berjalannya waktu dan kenangan yang sudah kita buat.
Akhir kata dari cerita ini , semoga
para pembaca dapat mengambil sisi positif bahwa sebuah hubungan tidak harus
tanpa status jika memang dengan tidak adanya status bisa membuat anda bahagia.
Kenapa tidak ?
Note :
Artikel ini ditulis oleh Juwita
Tri Apriliani , bukan ditulis oleh saya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar