Minggu, 28 Desember 2014

Rasa Syukur Yang Tak Terduga

           Kisah ini mulai semenjak diriku lulus dari pendidikan sekolah tingkat pertama , dari dulu aku sangat berkeinginan besar untuk menjadi seorang guru , tapi entah mengapa kedua orangtua ku mendaftarkan diriku ke pendidikan sekolah menengah kejuruan. Tentu saja awalnya aku tidak sangat setuju dan sungguh tidak mau , tetapi mau bagaimana pun aku tidak bisa mengelak kemauan orangtua ku.

          Pendaftaran pun selesai , dan ternyata aku diterima serta tidak luput aku pun mengalami masa orientasi atau ospek sebelum akhirnya resmi menjadi bagian dari sekolah baru ku. Sejujurnya niat ku masih belum terlalu yakin akan hal ini , tetapi mau bagaimana lagi. Namun , inilah kehidupan jalan orangtua ku yang dipilihkan kepada diriku , tentu saja aku berpikir pasti orang tua ku mempunyai maksud dan tujuan tertentu untuk pilihannya tersebut.


           Sekolah baru , ya pastinya juga kawan baru , tentu hal itu memang sangat mengasyikan apalagi kesan pertama bertemu. Bisa dibilang memang dari dulu diriku ini orang yang tidak segan segan atau malu untuk berkenalan atau pun sedikt berbincang secara santai dengan orang lain , ya jika menurutku dia baik. Bahkan aku tidak segan segan untuk menjalin sebuah persahabatan dengan orang lain. Teman dikelas ku cukup baik semua kepada diriku , tetapi pastinya diriku pun berpikir bahwa dimana ada teman baik disitupun pasti akan muncul teman tidak baik , mungkin seperti fake friend. Namun diriku tidak peduli dengan apa yang mereka katakan tentang diriku dan diriku tetap menjalin pertemanan dengan mereka , seperti semestinya teman biasa.

          Dengan waktu yang demi hari ke hari , diantara banya teman dikelasku , diriku sangat tertarik kepada salah satu perempuan yang tak ku kenal sama sekali saat itu. We just friend , but we don’t talk too much , ya itu lah kata kata yang menggambarkan jalinan awal pertemanan diriku dengan dirinya. Dengan dirinya aku menceritakan banyak hal , begitu pun dirinya , hal tak terlalu penting sampai hal penting pun kita ceritakan bersama karena itulah sahabat , tak kecuali hal kisah cinta pun kita ceritakan bersama.

          Kisah cinta sekolah , seperti yang banyak orang orang rasakan , mungkin anda juga pernah merasakan hal tersebut. Cukup sering terlintas dibenak ku akan kata kata tersebut. Jujur saja aku mengagumi seorang teman pria dikelas ku , melihatnya setiap hari rasanya tidak bosan , mungkin inilah yang namanya cinta baru tumbuh kemarin. Memang sangat menyenangkan melihat pria yang kita cintai apalagi sekelas , sugguh luar biasa serasa surga dunia bagiku. Tetapi seketika aku terdiam dan tak mengenakan hati jika aku menatapnya lagi , saat dia mulai mengatahui dan sadar jika aku mencintainya , jujur saja aku tak tahu dan harus bagaimana ditambah dia juga mulai bersifat dingin dan jutek kepada diriku. Tetapi itu tidak mengurungkan niat ku untuk tetap mengejar dirinya bahkan ku perjuangkan dirinya. Aku tahu sebagai seorang perempuan terdengar aneh jika harus seperti ini dan bahkan sampai ada yang bertanya “ bukanya perempuan itu diperjuangkan ? mengapa kau sebaliknya ? “ memang bisa dibilang itu adalah hal bodoh , tapi aku tak peduli , aku tulus mencintainya. Ya kata kata itulah yang membuatku semakin termotivasi akan bisa mengenal lebih jauh tentang dirinya.

          Bisa dibilang dia adalah sosok yang misterius. Jujur saja yang terbayang dibenak ku adalah kata “ pesimis “ karena mudah sekali dia bergaul dengan siapa saja dan ternyata aku salah mengartikan akan hal itu tak terkecuali para perempuan yang ada dikelasku. Aku seperti terkena badai es dan tak bisa berkutik , sesugguhnya diriku sangat ingin menyapanya , namun sungguh benar tak bisa kulakukan. Setelah berbagai cara ku pikirkan , aku mulai berpikir jika untuk mendekatinya tidak lain dan tidak bukan adalah melalui social media dan pesan singkat. Setiap hari aku tidak bosan bosannya mengrim blackberry messenger tak peduli apa yang ku tanyakan itu pentig atau tidak , dengan berharap dia akan membalasnya. Namun menjengkelkan dirinya selalu saja membalas secara singkat , padat , dan jelas. Rasa mengejutkan , terasa sangat meyedihkan bagi diriku saat itu yang rela melepas gengsi didalam benak ku. Namun sekali lagi aku tidak menghiraukan niatku sama sekali untuk tidak melakukannya lagi.

          Sungguh diriku sangat terkejut saat disekolah ternyata dirinya menanyakan “ apakah kau mencintai ku ? “ dengan tatapan yang sangat dingin bahkan cukup menakutkan secara lantang dan tanpa basa basi. Jujur diriku meras bingung apa yang harus aku jawab secara seketika aku terdiam dan hanya bergumam dalam hatiku teringat akan kata “ He Drycle “ ya cocok sekali untuk dirinya. Saat itu tubuhku gemetar , aku tak dapat berkutik mengapa secepat ini , dan sejujurnya aku menahan tangis yang amat sangat mengapa dirinya berketa seperti itu dengan tatapan wajah yang mengisyaratkan bahwa dirinya tidak menyukai diriku sama sekali ?. Namun sahabat ku yang mengetahui segalanya tentang diriku langsung menenumui dirinya dan berkata bahwa diriku ini menyukainya dengan sedikit nada yang menggeretak seakan menyadarkannya akan menghargai perasaan perempuan , namun dirinya hanya menganggap hal tersebut merupakan hal bodoh.  Secara rinci sahabatku menceritakan hal yang telah terjadi saat pembicaraan itu , jujur aku sangat menyesal dan malu akan perjuanganku yang sia sia. Tetapi , sahabatku berkata kepadaku untuk terus maju dan pantang menyerah karena dirinya sudah mengetahui yang mungkin akan paham akan perasaan diriku.

          Dengan berjalannya waktu , dirinya pun mulai cukup akrab dengan diriku secara langsung atau pun secara tidak langsung , dan yang ku ketahui tentang dirinya saat itu bahwa dirinya tidak terlalu mengerti akan hal perasaan apalagi sampai kisah cinta , dan dirinya hanya mengaggap kalau hal itu tak kurang hanya hal bodoh , sangat bodoh. Namun entah mengapa dengan ke akraban kami ini , diriku mulai bisa merasakan kesenangan jika berada didekatnya , bahkan aku tidak menyangka bahwa diriku akan sedekat ini dengan dirinya. Tetapi apakah dengan ini dirinya mulai tertarik dengan diriku ? entah lah yang jelas aku mulai merasa bahagia pada saat itu. Mugkin baru kali ini diriku menemukan orang seperti dirinya , bersifat dingin , menganggap semua perempuan sama saja dan yang pasti akan ia sangat tidak peduli dengan perasaan orang lain terhadapnya , tetapi entah mengapa dengan tingkah laku dan sifatnya tersebut aku tetap menyukai dirinya. Rasa tulus ku ini merupakan jembatan harapan baru untuk menjalin hubungan dengannya suatu saat nanti , entah kapan ia akan merespon balik , tetapi aku percaya aku pasti bisa merubah sifatnya tersebut.


          Pertemanan kami semakin hari semakin membaik dan pada suatu hari saat itu kita sedang mengobrol berdua aku sangat kaget dia menyatakan bahwa dia menyayangiku dan merasa nyaman dengan diriku , padahal sebelumnya ia menganggap hal ini adalah hal bodoh dan tak mungkin ia menjalin hubungan lebih dari teman dan sungguh aku sangat kecewa ingin sekali melampiaskan amarahku namun apa daya aku bukan siapa siapa dirinya , dan tak berhak akan hal itu. Mungkin Tuhan berkata lain , Tuhan menginginkan kita menjalin suatu hubungan dengan status lain yang kita sebut status bahagia. Memang banyak orang yang beranggapan kalau kita itu berpacaran , namun diriku bilang intiya hubungan aku dengan nya adalah bahagia. Lalu bagaimana dengan tanggal spesial kita ? 11 desember , ya pada tanggal tersebut dia menyatakan secara detail sebab mengapa dia tak ingin menjalin suatu hubungan dengan dirinya. Namun yang lebih special pada tanggal itu ia membalas perkataan diriku dengan berkata “ I love you much more “  , namun saat itu ia pun berkata kalau dirinya itu bercanda dan mana mungkin mengatakan hal seperti itu. Tetapi aku meyakini jika tanggal 11 desember lah menjadi pacuan diriku untuk menjalin hubungan dengan dirinya.

          Jujur saja aku merasa bersyukur yang tak terduga , karena sampai saat ini pun dirinya masih menyayangiku bahkan lebih itulah yang ia ucpkan , begitu pun dengan diriku. Aku berharap hubungan ku dengannya dapat berjalan lama dengan seiringnya waktu yang terlewatkan tanpa hadirnya orang ketiga atau pun orang orang di luar sana yang tidak menyukai hubungan ku nantinya. Rasa syukur ini akan selalu ku ucapkan kepadamu Tuhan yang telah mempertemukanku dengan orang yang kubilang tepat. Semoga saja dirinya bukan orang yang salah , seperti orang orang yang menyakitiku dulu. Kuharap dirinya selalu bersamaku seiring berjalannya waktu dan kenangan yang sudah kita buat.

          Akhir kata dari cerita ini , semoga para pembaca dapat mengambil sisi positif bahwa sebuah hubungan tidak harus tanpa status jika memang dengan tidak adanya status bisa membuat anda bahagia. Kenapa tidak ?


Note :
Artikel ini ditulis oleh Juwita Tri Apriliani , bukan ditulis oleh saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar