Aku
dengan rasa cintaku
Dan
kau dengan rasa keadilan disertai ketakutan dirimu
Tapi..
tolonglah kesalahanku janganlah kau bebankan kepada anakmu
Jangan
bertindak seperti itu , aku kemari bukan untuk cipatakan dirku lagi
Aku
kemari agar tidak ada lagi yang menjadi seperti diriku
Maafkan
mereka
Kau
berselisih dengan diriku
Aku
ada didepanmu..
Orang
yang kau benci , seperti yang kau inginkan
Aku
bersedia turuti semua perintahmu.
Tapi
maafkanlah anakmu
Memang
, kau menang dan aku kalah
Tetapi
maaf pak sejauh aku memandang , kaulah yang kalah
Sejauh
aku memandang , aku melihat ayah tua yang berusia 57 tahun
Berada
dibawah bayang bayang anaknya yang berusia 15 tahun yang bersifat malang
Pernahkah
kau berpikir kenapa aku kembali ke rumah ini ?
Untuk
siapa ? gadis yang kucintai sudah jelas
Istrimu
, anakmu , aku tak punya hubungan dengan mereka
Aku
tak kenal mereka
Tak
ada yang kukenal disini
Aku
kemari hanya untuk anda mewujudkan impian anakmu
Aku
kemari untuk seorang ayah yang anaknya kucintai
Aku
datang kemari ,karena dia selalu berkata ,
Ayahku
sangat baik
Sifatnya
keras , tapi hatinya lembut
Aku
kemari untuk mewujudkan impian itu
Pak
, aku tidak memilki banyak potret anakmu yang kucintai
Karena
aku tak membutuhkannya
Dimanapun
ada cinta
Disitu
aku membayangkan dirinya
Dan
kupikir..
Bila
aku bisa mewujudkan satu cinta dihadapanmu
Maka
kau pun akan bisa merasakan perasaan anakmu
Dan
kau akan lihat betapa bahagianya dirinya
Mungkin
duka dihatimu akan berkurang atas kejadian dulu
Aku
kemari mau berbagi dukamu
Dan
mengajarkan cinta padamu
Aku
datang kemari karena paham akan satu hal
Bahwa
hidup anakmu hampa tanpa kau
Tapi
kau belum mengerti juga
Hidup
anakmu hampa tanpa diriku
Dia
akan merasa sempurna bersama kita
Aku
datang untuk memenuh itu semua
Yang
tak dapat kau penuhi untuk anakmu
Aku
datang kemari untuk impian anakmu itu
Memang
, kau menang dalam setiap hal dalam hidupmu
Tapi
kau kehilangan semua sandaran hidupmu
Waktu
itu kau kehilangan kasih sayang anak gadismu
Dan
kini , mungkin kau kehilangan anak laki lakimu
Maaf
pak , sejauh aku memandang kau kalah dalam segalanya
Sejauh
aku memandang
Aku
melihat orang yang keras kepala , dia bernasib malang
Yang
berdiri berpaling diantara dua orang yang sangat dicintainya
Maafkan
aku pak , maafkan aku

Tidak ada komentar:
Posting Komentar